vpay

VSIcenter.com | Peluang Bisnis VSI | Veritra Sentosa Internasional | Veritra Pay | Habs Pro | Bisnis Ustadz Yusuf Mansur

14/07/2013

Voucher Belanja Gratis

Ayo semua, buruan gabung di poin-web sekarang juga!

* Apa itu poin-web ?
poin-web adalah situs dimana kamu bisa kumpulin poin gratis dengan menyenangkan dan konten yang menarik.
Tukar poin yang terkumpul dengan hadiah gratis !

* Cara dapetin poin ?
Gampang kok! Kamu bisa dapet poin hanya dengan melakukan berbagai aktivitas seperti main game, lihat iklan, ikutan kuisioner, ikutan promo, dan masih banyak lagi!!

* Poin nya untuk apa ?
Tukar poin kamu dengan gratis voucher belanja, makanan, game online, tiket nonton bioskop dan masih banyak lagi!

* Voucher apa aja ?
Voucher belanja di  : Carrefour, zara, sogo, adidas dan lainnya
Voucher makanan     : KFC, Starbucks, BurgerKing, Domino Pizza, dan lainnya
Voucher game online : Indomog, Gudang voucher, dan lainnya
Pulsa gratis        : Telkomsel, Xl, Axis, Indosat dan lainnya

dan masih banyak lagiii!!!

* Gimana cara daftarnya ?
Cukup klik DISINI dan dapatkan bonus 2.500 poin jika kamu melengkapi pendaftarannya.
Tunggu apa lagi, daftar sekarang juga dan jangan lupa ajak teman - teman kamu yaa~


         

   

PaidViewPoint Survey

Kali ini Saya ingin mengundang Anda untuk mengikuti survey berhadiah dari PaidViewPoint Survey.
Saya menikmati menjawab survei cepat di sini dan mendapatkan kompensasi untuk waktu saya dan pendapat. Kupikir kau akan menikmatinya juga.

Silakan Klik DISINI.

KOMPENSASI LANGSUNG BISA MASUK REKENING LHOO.... Ayo Buruan Gabung

13/07/2013

suvey online dibayar dari nusaresearch

Nusaresearch mengembangkan ide-ide Anda tidak hanya berkontribusi penting dalam pengembangan produk dari perusahaan lokal, tetapi Anda juga akan menerima sejumlah Poin(yang akan berubah menjadi uang atau hadiah yang berharga) setelah bergabung setiap survei.
Daftar keanggotaan adalah gratis! Silahkan klik ke link ini untuk bergabung dan menerima Poin pertama Anda 40 poin! 

Semoga hari anda menyenangkan


04/06/2013

KETERAMPILAN GURU

Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman,1991). Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu;
1)      Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach)
2)      Menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya( how to teach)
Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek no 2 yaitu cara membelajarkan siswa. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar, karena dengan keterampilan dasar mengajar memberikan pengertian lebih dalam mengajar. Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai.
Keterampilan dasar mengajar yang harus ada pada seorang tenaga pengajar atau pendidik dapat dibedakan menjadi 8 jenis keterampilan. Keterampilan dasar mengajar tersebut adalah sebagai berikut.

1. Pengertian keterampilan menjelaskan
Keterampilan menjelaskan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didik.
Prinsip-prinsip menjelaskan
v  Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik
v  Penjelasan harus diselingi tanya jawab
v  Materi penjelasan harus dikuasai secara baik oleh guru
v  Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran
v  Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik
v  Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang kongkrit dan dihubungkan dengan kehidupan
c.    Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menjelaskan
v  Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan harus sederhana, terang dan jelas
v  Bahan yang akan diterangkan dipersiapkan dan dikuasai terlebih dahulu
v  Pokok-pokok yang diterangkan harus disimpulkan
v  Dalam menjelaskan serta dengan contoh dan ilustrasi
v  Adakan pengecekan terhadap tingkat pemahaman peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan.

2.   Keterampilan Bertanya
a.       Pengertian keterampilan bertanya
Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban(respon) dari peserta didik.
b.      Tujuan keterampilan bertanya :
v  Memotivasi peserta didik agar terlibat dalam interaksi belajar
v  Melatih kemampuan mengutarakan pendapat
v  Merangsang dan meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik
v  Melatih peserta didik berfikir divergen
v  Mencapai tujuan belajar
c.       Jenis-jenis pertanyaan
v  Pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada salah satu peserta didik
v  Pertanyaan umum dan terbuka, yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh kelas
v  Pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban
v   Pertanyaan faktual, yaitu pertanyaan untuk menggali fakta dan informasi
v  Pertanyaaan yang diarahkan kembali, yaitu pertanyaan yang dikembalikan kepada peserta didik atas pertanyaan peserta didik lain
v  Pertanyaan memimpin (Leading Question) yaitu pertanyaan yang jawabannya tersimpul dalam pertanyaan itu sendiri
d.      Prinsip-prinsip bertanya
v  Pertanyaan hendaknya mengenai satu masalah saja. Berikan waktu berfikir kepada peserta didik
v  Pertanyaan hendaknya singkat, jelas dan disusun dengan kata-kata yang sederhana
v  Pertanyaan didistribusikan secara merata kepada para peserta didik
v  Pertanyaan langsung sebaiknya diberikan secara random
v  Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan peserta didik
v  Sebaiknya hindari pertanyaan retorika atau leading question.
e.       Teknik-teknik dalam bertanya
v  Tekhnik menunggu
v  Tekhnik menguatkan kembali
v  Tekhnik menuntun dan menggali
v  Tekhnik mekacak

3.   Keterampilan Menggunakan Variasi Stimulus
a.       Pengertian keterampilan menggunakan variasi
Keterampilan menggunakan variasi stimulus merupakan keterampilan guru dalam menggunakan bermacam kemampuan dalam mengajar untuk memberikan rangsangan kepada siswa agar suasana pembelajaran selalu menarik, sehingga siswa bergairah dan antusias dalam menerima pembelajaran dan aktivitas belajar mengajar dapat  berlangsung secara efektif.
b.      Tujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar :
v  menghilangkan kejemuan dalam mengikuti proses belajar
v  mempertahankan kondisi optimal belajar
v   meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik
v   memudahkan pencapaian tujuan pengajaran
c.       Jenis-jenis variasi dalam mengajar
v  variasi dalam penggunaan media
v  variasi dalam gaya mengajar
v  variasi dalam penggunaan metode
v  variasi dalam pola interaksi yaitu gunakan pola interaksi multi arah
d.      Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran
v  gunakan variasi dengan wajar, jangan dibuat-buat
v  perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif
v  penggunaan variasi harus direncakan dan sesuai dengan bahan, metode, dan karakteristik peserta didik

4.   Keterampilan Memberi Penguatan
a.       Pegertian keterampilan memberi penguatan
Memberi penguatan atau reincorcement merupakan tindakan atau respon terhadap suatu bentuk perilaku yang dapat mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku tersebut di saat yang lain.
b.      Tujuan penggunaan keterampilan memberi penguatan :
v  Menimbulkan perhatian peserta didik
v  Membangkitkan motivasi belajar peserta didik
v  Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi
v  Merangsang peserta didik berfikir yang baik
v  Mengembalikan dan mengubah sikap negatif peserta dalam belajar ke arah perilaku yang mendukung belajar
c.       Jenis-jenis penguatan
v  Penguatan Verbal
v  Penguatan Gestural
v   Penguatan dengan cara mendekatinya
v  Penguatan dengan cara sambutan
v  Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan
v  Penguatan berupa tanda atau benda
d.      Prinsip-prinsip penguatan
v  Dilakukan dengan hangat dan semangat
v  Memberikan kesan positif kepada peserta didik
v  Berdampak terhadap perilaku positif  
v  Dapat bersifat pribadi atau kelompok
v  Hindari penggunaan respon negative

5.   Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
a.         Pengertian Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
Keterampilan membuka pelajaran adalah usaha guru untuk mengkondisikan mental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran  peserta didik harus mengetahui tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh.
Keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan guru dalam mengakhiri kegitan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran, guru dapat menyimpulkan materi pelajaran, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guna dalam proses belajar mengajar.
b.         Tujuan membuka dan menutup pelajaran adalah :
v  Untuk menimbulkan minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran yang akan dibicarakan
v  Menyiapkan mental para peserta didik agar siap memasuki persoalan yang akan dibicarakan
v  Memungkinkan peserta didik mengetahui tingkat keberhasailan dalam pelajaran
v  Agar peserta didik mengetahui batas-batas tugasnya yang akan dikerjakan
c.         Prinsip-prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran
v  Dalam membuka pelajaran harus memberi makna kepada peserta didik, yaitu dengan menggunakan cara-cara yang relevan dengan tujuan dan bahan yang akan disampaikan
v  Hubungan antara pendahuluan dengan inti pengajaran serta dengan tugas-tugas yang dikerjakan sebagai tindak lanjut nampak jelas dan logis
v  Menggunakan apersepsi yaitu mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkannya terhadap pengetahuan yang sudah diketahui oleh peserta didik.

6.   Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
a.       Pengertian mengajar kelompok kecil dan perorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil adalah kemampuan guru melayani kegiatan peserta didik dalam belajar secara kelompok dengan jumlah peserta didik berkisar antara 3 hingga 5 orang atau paling banyak 8 orang untuk setiap kelompoknya.
Sedangkan keterampilan dalam pengajaran perorangan atau pengajaran individual adalah kemampuan guru dalam mennetukan tujuan, bahan ajar, prosedur dan waktu yang digunakan dalam pengajaran dengan memperhatikan tuntutan-tuntutan atau perbedaan-perbedaan individual peserta didik.
b.     Tujuan guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan adalah :
v  Keterampilan dalam pendekatan pribadi
v  Keterampilan dalam mengorganisasi
v  Keterampilan dalam membimbing belajar
v  Keterampilan dalam merencakan dan melaksanakan KBM

7.   Keterampilan Mengelola Kelas
a.       Pengertian keterampilan mengelola kelas
Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal.
b.      Tujuan dari pengelolaan kelas adalah :
v  Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik memgembangkan kemampuannya secara optimal
v  Menghilangkan berbagai hambatan dan pelanggaran disipilin yang dapat merintangi terwujudnya interaksi belajar mengajar
v  Mempertahankan keadaan yang stabil dalam susana kelas, sahingga bila terjadi gangguan dalam belajar mengajar dapat dikurangi dan dihindari
v  Melayani dan membimbing perbedaan individual peserta didik
v  Mengatur semua perlengkapan dan peralatan yang memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual peserta didik dalam kelas.
c.       Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas
v  Keluwesan, digunakan apabila guru mendapatkan hambatan dalam perilaku peserta didik, sehingga guru dapat merubah strategi mengajarnya
v  Kehangatan dan keantusiasan
v  Bervariasi, gunakan variasi dalam proses belajar mengajar
v  Tantangan, gunakan kata-kata, tindakan atau bahan sajian yang menantang
v  Tanamkan displin diri, selalu mendorong peserta didik agar memiliki disipin diri
v  Menekankan hal-hal positif, memikirkan hal positif dan menghindarkan konsentrasi pada hal negatif
d.      Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
v  Keterampilan yang bersifat preventif guru dapat menggunakan kemampuannya dengan cara :
v  Memusatkan perhatian
v  Menunjukkan sikap tanggap
v  Menegur
v  Membagi perhatian
v  Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas
v  Memberi penguatan
Keterampilan megelola kelas yang bersifat represif, guru dapat menggunakan keterampilan dengan cara :
·         Pengelolaan kelompok
·         Modifikasi tingkah laku
·         Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
e.       Hal-hal yang harus dihindari dalam mengembangkan keterampilan mengelola kelas :
v  Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan
v  Pengulangan penjelasan yang tidak perlu
v  Penyimpangan
v  Kesenyapan
v  Bertele-tele

8.   Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
a.       Pengertian
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses belajar yang dilakukan dalam kerja sama kelompok bertujuan memecahkan suatu permasalahan, mengkaji konsep, prinsip atau kelompok tertentu. Untuk itu guru memiliki peran sangat penting sebagai pembimbing agar proses diskusi dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b.      Prinsip-prinsip membimbing diskusi kelompok kecil :
v  Laksanakan diskusi dalam suasana yang menyenangkan
v  Berikan waktu yang cukup untuk merumuskan dan menjawab permasalahan
v  Rencanakan diskusi kelompok dengan sistematis
v  Bimbinglah dan jadikanlah diri guru sebagai teman dalam diskusi
c.       Komponen keterampilan guru dalam megembangkan pembimbingan kelompok kecil :
v  Memperjelas permasalahan
v  Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
v  Pemusatan perhatian
v   Menganalisa pandangan peserta didik
v  Meningkatkan urutan pikiran peserta didik
v  Menutup diskusi
d.      Hal-hal yang harus dihindari dalam membimbing diskusi kelompok kecil :
v  Melaksanakan diskusi yang tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik
v  Tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta didik untuk memikirkan pemecahan masalah
v  Membiarkan diskusi dikuasai oleh peserta didik tertentu
v  Membiarkan peserta didik mengemukakan pendapat yang tidak ada kaitannya dengan topik pembicaraan
v  Membiarkan peserta didik tidak aktif Tidak merumuskan hasil diskusi dan tiadak membentuk tindak lanjut

Sumber : http://hendradalimunthe.blogspot.com/2013/01/makalah-keterampilan-dasar-mengajar.html

AKTIVITAS SISWA

Dierich (dalam Hamalik, 2008: 172) membagi kegiatan dalam 8 kelompok yang meliputi aktivitas jasmani dan aktivitas jiwa. Aktivitas-aktivitas tersebut ialah sebagai berikut.
1.      Kegiatan-kegiatan visual seperti membaca, melihat gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
2.      Kegiatan-kegiatan lisan (oral) seperti mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi, dan interupsi.
3.      Kegiatan-kegiatan mendengarkan seperi mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, mendengarkan radio.
4.      Kegiatan-kegiatan menulis seperti menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat rangkuman, mengerjakan tes, dan mengisi angket.
5.      Kegiatan-kegiatan menggambar seperti menggambar, membuat grafik, chart, diagram, peta, dan pola.
6.      Kegiatan-kegiatan motorik seperti melakukan percobaan, memilih alat-alat,melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari, dan berkebun.
7.      Kegiatan-kegiatan mental seperti menanggapi, mengingat, memecahkan masalah, merenungkan, menganalisis, melihat hubungan-hubbungan, dan membuat keputusan.
8.      Kegiatan-kegiatan emosional seperti minat, membedakan, berani, tenang, merasa bosan, gembira dan gugup.
Whiple (dalam Hamalik, 2008:173) membagi kegiatan-kegiatan peserta didik sebagai berikut.
a)    Bekerja dengan alat-alat visual
1)   Mengumpulkan gambar-gambar dan bahan-bahan ilustrasi lainnya.
2)   Mempelajari gambar-gambar, streograph slide film, khusus mendengarkan penjelasan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
3)   Mengurangi pameran.
4)   Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang menarik minat, sambil mengamati bahan-bahan visual.
5)   Memilih alat-alat visual ketika memberikan laporan lisan.
6)   Menyusun pameran, menulis tabel.
7)   Mengatur file material untuk digunakan kelak
b)   Ekskursi dan trip
1)   Mengunjungi museum, akuarium, dan kebun binatang.
2)   Mengundang lembaga-lembaga/ jawatan-jawatan yang dapat memberikan keterangan dan bahan-bahan.
3)   Menyaksikan demonstrasi, seperti proses produksi di pabrik sabun, proses penerbitan surat kabar, dan proses penyiaran televisi.
c)    Mempelajari masalah-masalah
1)        Mencari informasi dalam menjabab pertanyaan-pertanyaan penting.
2)        Mempelajari ensiklopedia dan referensi.
3)        Membawa buku-buku dari rumah dan perpustakaan umum untuk melengkapi seleksi sekolah.
4)        Mengirim surat kepada bahan-bahan bisnis untuk memperoleh informasi dan bahan-bahan.
5)        Melaksanakan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Guidance yang telah disiarkan oleh guru.
6)        Membuat catatan-catatan sebagai persiapan diskusi dan laporan.
7)        Menafsirkan peta, menentukan lokasi-lokasi.
8)        Melakukan eksperimen, misalnya membuat sabun.
9)        Menilai informasi dari berbagai sumber, menentukan kebenaran atas pertanyaan-pertanyaan yang bertentangan.
10)    Mengorganisasi bahan bacaan sebagai persiapan diskusi atau laporan lisan.
11)    Mempersiapkan dan memberikan laporan-laporan lisan yang menarik dan bersifat informatif.
12)    Membuat rangkuman, menulis laporan dengan maksud tertentu.
13)    Mempersiapkan daftar bacaan yang digunakan dalam belajar.
14)    Men-skin bahan untuk menyusun subjek yang menarik untuk studi lebih lanjut
d)   Mengapresiasi literatur
1)   Membaca cerita-cerita yang menarik.
2)   Mendengarkan bacaan untuk kesenangan dan informasi.
e)    Ilustrasi dan konstruksi
1)   Membuat chart dan diagram
2)   Membuat blue print
3)   Menggambar dan membuat peta
4)   Menyiap, relief map, pictorial map.
5)   Membuat poster
6)   Membuat ilustrasi, peta, dan diagram untuk sebuah buku.
7)   Menyusun rencana permainan
8)   Menyiapkan suatu frieze.
9)   Membuat artikel untuk pameran.
f)    Bekerja menyajikan informasi
1)   Menyarankan cara-cara penyajian informasi yang menarik.
2)   Menyensor bahan-bahan dalam buku-buku.
3)   Menyusun bulletin board secara up to date.
4)   Merencanakan dan melaksanakan suatu program assembly.
5)   Menulis dan menyajikan dramatisasi.
g)   Cek dan tes
1)   Mengerjakan informal dan standardized test.
2)   Menyiapkan tes-tes untuk murid lain.
3)   Menyusun grafik perkembangan.

Sumber: 
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara

          . 2009. Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Bandung: Sinar Baru Algesindo